Categorized | Kegiatan KMI

Tags |

Kajian Akhwat Al-Amin Daegu

Posted on 16 May 2013 by admin

Tepatnya hari minggu tanggal 12 Mei jam 11 tiga armada mobil membawa rombongan menuju Herbhillz Park tempat yang di pilih untuk mengadakan kajian keputrian. Pengajian yang rutin di lakukan setiap satu bulan sekali pada minggu kedua selalu rame di hadiri oleh anggotanya yang bukan saja dari Daegu namun juga akhwat dari luar kota Daegu. Pengajian biasanya di laksanakan di ruang khusus keputrian namun sering juga di lakukan luar ruangan, agar para ahwat tidak merasa jenuh dan bisa menyegarkan diri sambil mengikuti kajian ke-Islaman yang tentunya akan menambah suasan keakraban antar sesama ahwat.

Tujuan diadakan pengajian akhwat adalah untuk membentengi dan memupuk keimanan dan ketakwaan Allah serta untuk mempererat tali silaturrohmi sesama muslimah yang ada di Korea, menambah banyak saudara, dan ber-syiar menegakkan agama Allah mengajak pada kebaikan, menambah ilmu dan wawasan, saling bertukar pikiran dan menyelesaikan tiap masalah yang dialami para jamaah, bersama ustadzah-ustadzah profesional.

Kajian akhwat yang di laksanakan di Herbhillz Park kali mendatang ustadzah Drg. Deasy Rosalina mengambil tema penting jihad di jalan Allah sesuai firman Allah SWT Al-Baqarah Ayat: 216

“لَّكُمْ وَعَسَى أَن تُحِبُّواْ شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَّكُمْ وَاللّهُ يَعْلَمُ وَأَنتُمْ لاَ تَعْلَمُونَ كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِتَالُ وَهُوَ كُرْهٌ لَّكُمْ وَعَسَى أَن تَكْرَهُواْ شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ”

“Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu me-nyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (Al-Baqarah: 216)

Ayat ini mengandung hukum wajibnya berjihad di jalan Allah setelah sebelumnya kaum muslimin diperintahkan untuk meninggalkannya, karena mereka masih lemah dan tidak mampu. Ketika Nabi SAW berhijrah ke Madinah dan jumlah kaum muslimin bertambah banyak dan kuat, Allah memerintahkan mereka untuk berperang, dan Allah mengabarkan bahwasanya peperangan itu sangatlah dibenci oleh jiwa karena mengandung keletihan, kesusahan, menghadapi hal-hal yang menakutkan dan membawa kepada kematian. Tapi sekalipun demikian berjihad itu merupakan kebaikan yang murni, karena memiliki ganjaran yang besar dan menghindarkan dari siksaan yang pedih, pertolongan atas musuh dan kemenangan dengan ghanimah (harta rampasan perang) dan sebagainya, yang memang menimbulkan rasa tak suka.

Kajian Akhwat Al-Amin Daegu

Kajian Akhwat Al-Amin Daegu

Ayat ini adalah umum lagi luas, bahwa perbuatan-perbuatan baik yang dibenci oleh jiwa manusia karena ada kesulitan padanya itu adalah baik tanpa diragukan lagi, dan bahwa perbuatan-perbuatan buruk yang disenangi oleh jiwa manusia karena apa yang diperkirakan olehnya bahwa padanya ada keenakan dan kenikmatan ternyata buruk tanpa diragukan lagi. Seluruh perintah Allah adalah baik, dan seluruh larangan-larangan-Nya adalah buruk. Maka dari itu wajib bagi setiap muslim untuk melaksanakan seluruh perintah-Nya dan menjauhi seluruh larangan-larangan-Nya.

Sebagai contoh, ayat ini bisa kita terapkan pada kehidupan sehari-hari. Banyak sekali kewajiban-kewajiban yang Allah perintahkan untuk kita sebagai umat Islam, mulai dari rukun Islam, untuk muslimah agar ber-hijab, dan banyak hal lainnya. Boleh jadi perintah-perintah ini sesuatu hal yang tidak kita sukai, sedangkan Insya’allah segala kebaikannya akan kita rasakan.

Banyak ayat suci, dan kita yakin semua keyakinan pun mengajarkan, bahwa keputusasaan adalah sesuatu yang buruk, dan harus dihindari. Inti dari semua masalah adalah agar manusia semakin memahami fitrahnya. Memahami apa yang harus dicari selama hidup. Lantas bagaimana dengan mereka yang tertimpa kesusahan? Hidup dalam kemiskinan? Hidup dalam kepungan kesedihan? Sebagai pegangan hidup seorang muslim, Al – Qur’an telah menjelaskan banyak hal. Laa tahzan walaa takhaaf. Janganlah sedih dan janganlah takut. Pasti ada hikmah dari segala yang terjadi dalam perjalanan hidup kita. Hanya Allah sandaran manusia.

Stelah kajian selesai para ahwat pun menikmati hidangan yang telah persiapkan diselingi obrolan ringan dan setelah itu narsis foto bersama sebagai bentuk rasa persaudaraan yang akrab. “Perasaan saya senang sekali, karena dalam mgikuti kajian-kajian yang alhamdulillah sudah berjalan lumayan lama ini. Banyak sekali energi-energi positif yang terdapat pada diri sendiri. ngaji bareng sholat bareng makan bareng. semuanya dilakukan secara berjamaah sehingga pahalanya jauh lebih besar, dan insyaAllah sangat bermanfaat.” Cetus mbak Risa yang berhasil kami wawancarai, setelah semua acara selesai para akhwat pun berkemas dan kemudian kembali masjid Al-Amin meskipun sebagian ada yang ke tempat masing -masing.

(Ditulis oleh Edy Candra, Humas Masjid Al-Amin Daegu)

Leave a Reply

KMI Archive

Pengumuman

RELATED SITES